• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 05 Januari 2017

Inilah Alasan Ahok sangat membenci Ustadz Novel Bamukmin

DIANCAM AKAN DIBAKAR DENGAN WATER CANNON BERISI BENSIN OLEH AHOK, USTADZ NOVEL BAMUKMIN: "KAMI TIDAK TAKUT!"


Ternyata inilah sebabnya kenapa Zhong Wan Xie alias Ahok sangat membenci Ustadz Novel Bamukmin.
Yaitu Ustadz Novel sejak lama sudah konsisten berjuang melawan kesewenang-wenangan Zhong, Gubernur DKI Jakarta tanpa dipilih rakyat alias jadi Gubernur DKI hanya karena mengisi kursi lowong yang ditinggalkan Jokowi maju jadi presiden.
Zhong mengancam akan membakar para demonstran dengan menggunakan water cannon berisi bensin, Ustadz Novel bukannya takut tetapi malah semakin gencar melakukan aksi demonstrasi menentang arogansi Zhong.
Kini usai Ahok dan tim pengacaranya sudah habis-habisan dikuliti oleh Ustadz Novel di persidangan keempat kasus penistaan agama lewat fakta-fakta yang ia bawa, para Loyalis Zhong Wan Xie alias Zhongers gencar membully ustadz Novel.

Antara lain membully dalam soal remeh temeh salah ketik "Fitsa Hats" yang dilakukan oleh aparat penyidik di BAP Ustadz Novel, demi untuk pengalihan isu hancur leburnya Zhong beserta seluruh tim pengacaranya dibantai oleh Ustadz Novel di persidangan.

Ustadz Novel Bamu'min: Meski Ahok Panggil Kopassus dan Isi Water Cannon dengan Bensin, tetap kita Lawan! Allahu Akbar !

Jakarta - Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Ustadz Novel Bamu’min menegaskan bahwa seharusnya anggota DPRD
DKI Jakarta, Polisi dan Satpol PP ikut serta melengserkan Ahok. Pasalnya, mereka semua beragama Islam, sementara Ahok telah menghina Islam dengan melarang penyembelihan qurban di halaman masjid.

“Anda ini punya hak angket dan anda sebagai anggota DPRD ini telah dihina. Mayoritas anggota DPRD itu Islam, Polisi Islam, Satpol PP Islam, seharusnya mereka beramai-ramai tangkap Ahok!” tegas Ustadz Novel dalam orasinya di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Selatan, pada Jum’at (03/10/2014).

Ustadz Novel sejak awal juga telah menyampaikan itikad baik FPI, bahwa musuh sebenarnya bukanlah aparat, melainkan Ahok yang telah melarang syiar Islam.
“Untuk itu saya serukan kepada polisi dan Satpol PP anda balik badan saja! Kita tidak mau bentrokan dengan sesama Muslim,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa laskar FPI tidak pernah takut dengan ancaman Ahok yang mengaku dekat dengan kalangan Kopassus, termasuk ancaman mengisi water cannon dengan bensin saat
menghadapi demonstran.
“Kalau Ahok menentang umat Islam, kita siap melawan. Mau panggil Kopassus, siap kita lawan! Walaupun water cannon diisi bensin, kita tidak bakal mundur sejengkal pun. Habiskan nyawa kita untuk bela agama Allah, Allahu Akbar!” tandasnya.
Share:

BERSIAPLAH MUSLIM CYBER UNTUK MELAWAN BUZER BAYARAN


BUZER KEMBALI DIKERAHKAN
.
FPI adalah kekuatan, FPI benteng terakhir kekuatan rakyat. Di tangan Habib Rizieq FPI menjelma menjadi pengimbang kekuatan pemerintah.
Sekarang buzzer pun kembali dikerahkan untuk mengimbangi kekuatan tersebut, sementara pemerintah terus menakut-nakuti rakyatnya dengan UU ITE, dan penguasa terus mempercantik diri dengan makeup tebal, hampir-hampir menutupi wajah aslinya.
Namun semua itu percuma, rakyat semakin cerdas, hanya segelintir yang bebal seolah penguasa dianggapnya setara dengan malaikat yang tidak akan melakukan hal buruk, karena memang tercipta demikian.

Mari kita mundur ke 1 tahun lalu. Dimana semua ini rasanya tidak mungkin.
1 Tahun lalu.... Tidak ada/belum ada kekuatan yang mampu mengalahkan pemerintahan ini.
Bahkan TNI dan bahkan partai-partai oposisi tumbang satu persatu dan masuk kepelukan kekuasaan. Tidak ada yang berdaya. Semua bertekuk lutut dihadapan penguasa, yang disokong kekuatan korporasi, kekuatan 9 naga yang tidak terbendung, uang yang berlimpah tidak tertandingi.

Semua patuh dan merapat kepusat/sumber keuangan dan kekuasaan.

Tidak pernah ada yang menyangka akan ada kekuatan yang akan menandingi itu semua. Ya tidak pernah ada yang menyangka. Terlebih yang menandinginya adalah sebuah ormas. Bukan Partai atau Militer atau banyak ormas. Hanya 1 ormas.

Dan ormas itu FPI, Yang dapat menggerakkan massa begitu banyak dihampir semua daerah di Indonesia, bahkan beberapa hari lalu di Medan sampai 500rb masa.

Semua terdiam, dunia berdecak kagum. Tidak ada yang bisa membendung. Bus dilarang mengangkut orang-orang yang ingin berdemo, merekapun berjalan kaki. Mereka diancam penjara, merekapun bersiap untuk mati. Kekuatan ini tiba-tiba menjadi kekuatan rakyat.

Habib Rizieq pun menjadi musuh kekuasaan. 

Presiden pun dingin terhadapnya bukan hanya tidak mau bertemu, meski beberapa kali "diledek" oleh banyak pihak agar jokowi bertemu Habib Rizieq. Namun rasa permusuhan dan dendam tidak bisa diabaikan begitu saja.

Sekarang sang pembela NKRI yang baru saja diberi gelar "MAN OF THE YEAR" akan dicari kesalahannya untuk melumpuhkan gerakan rakyat yang sekarang sudah begitu kuat dan besar. Habib Rizieq harus dibungkam.! Demi mulusnya kekuasaan.

TapI penguasa rupanya lupa bahwa dibelakang Habib Rizieq ada kekuatan YANG MAHA MENGUASAI. Dia lah yang memberikan kekuasaan dan mencabut kekuasaan dari seseorang. Dan penguasa-pun lupa, jika kekuatan rakyat yang dipersatukan oleh Habib Rizieq kini menjadi kekuatan yang tidak bisa dihancurkan begitu saja.

Mereka akan melawan, mereka akan menjadi semakin kuat dan bersatu. Ada ungkapan segala yang tidak membuat kita mati hanya akan membuat kita menjadi kuat. Begitu juga FPI.

Dan jika Habib Rizieq benar dibungkam dengan cara apapun bentuknya, maka akan muncul perlawanan yang sangat besar. Dan kekuatan itu akan dapat menumbangkan siapapun yang berusaha menghalanginya.

Semoga akhir bahagia untuk rakyat, negri dan bangsa ini segera terwujud, dan penjajahan dalam bentuk apapun yang sedang terjadi dinegri ini segera berakhir.

Bersiaplah pemuda Indonesia. Kalian akan menjadi pahlawan-pahlawan Indonesia. Kekuatan bangsa ini ada dipundak kalian, bersatulah negri ini membutuhkan kalian.
Bersatu kita teguh, bercerai kita terjajah


Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar...

Sumber: MUSLIM CYBER COMMUNITY
Share:

Rabu, 04 Januari 2017

JADI PEMAIN ATAU PENONTON.?

Mengkritik jauh lebih mudah dilakukan daripada berbuat. Namun, orang yang selalu mengkritik dan memberikan komentar negatif akan tetap selalu menjadi seorang penonton di sepanjang hidupnya. Mereka hanya bisa melihat kesuksesan orang lain, tetapi tidak mampu menciptakan kesuksesan mereka sendiri.

Lain halnya seorang pemain yang selalu take action untuk meraih kesuksesan. Mereka tahu resiko yang harus mereka hadapi. Ketika mereka gagal, mereka tahu bahwa mereka akan mendapat kritikan pedas dari orang lain. Tapi mereka tidak pernah peduli dengan kritikan tersebut. Mereka tetap fokus dan bangkit kembali sampai berhasil.



Contoh nya adalah Aksi Bela Islam III 212 lalu. Dimana peserta Aksi dari Ciamis melakukan Longmarch ke Monas, Jakarta. Sayangnya bagi sebagian orang yang hanya sedikit tertanam atau bahkan tidak sedikitpun rasa cinta akan Al-Qur’an mengkritik dan memberi cercaan pada mereka. Mungkin Anda bilang “Ahh...bodoh kali mereka, jauh jauh jalan Cuma buat begituan”, “Ngapain capek-capek jalan begitu, mending lu kerja” dan sebagainya dan sebagainya.

Cobalah tanya pada diri Anda sendiri, apakah kritikan dan cercaan anda sebagai Penonton membuat mereka rugi ? Apakah makian Anda terhadap Mereka membuat gentar semangat Mereka ? Apakah komentar Negatif Anda membuat Allah SWT. Merubah Pandangan-Nya kepada Mereka ?

Sadarilah, meskipun mereka mendapat ribuan cacian, cemoohan, kritik, dan komentar negatif, Peserta Longmarch Ciamis tetap melakukan Aksi mereka, tetap membuktikan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an, tetap membela Al-Qur’an.

Sudah saatnya Anda menjadi seorang Pemain. Jangan hanya menjadi penonton yang terpesona dengan langkah Mereka yang rela berjalan ratusan kilometer demi Al-Qur’an. Jadilah seorang pemain, tunjukkan pada Allah SWT. Bahwa Anda berada dipihak-Nya, bahwa Anda mecintai Al-Qur’an, bahwa Anda rela berjuang saat Al-Qur’an dinistakan. Jangan hanya memilih menjadi penonton yang hanya Kagum dengan keberhasilan Umat Islam, tetapi jadilah Pemain yang ber Takbir karena ikut mengagumkan Islam.

Setelah Membaca Ini Masihkah Anda Hanya Menjadi Penonton yang Bersorak sorak di tepi lapangan?  Wahai Saudaraku Marilah Kita Berjuang Bersama Demi Kejayaan Islam di Indonesia.

SILAHKAN DI SEBARKAN DEMI KEJAYAAN ISLAM


Share:

GNPF MUI : Penasihat Hukum Ahok Gagal Paham


(04/01) Dalam sidang lanjutan Penodaan Agama dengan terdakwa BTP alias Ahok dengan agenda pembuktian dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dimana telah dihadirkan saksi-saksi pelapor di hadapan persidangan, salah satunya adalah Habib Novel.

Memberikan kesaksian selama 3 jam, Habib Novel membeberkan alasan-alasan yang mendorong dirinya melaporkan Terdakwa Ahok, di antaranya adalah karena Terdakwa Ahok telah beberapa kali melakukan pengulangan tindakan Penodaan terhadap Al Quran khususnya Surat Al Maidah 51.

Nasrulloh Nasution koordinator persidangan Tim Advokasi GNPF MUI yang turut hadir dalam persidangan menyatakan apa yang dijelaskan dan disampaikan Saksi Habib Novel sudah tepat, sangat jelas dan terperinci. Saksi Habib Novel telah dapat menguatkan Dakwaan Jaksa Penuntut Umum terutama terkait tempat dan waktu tindak pidana tersebut terjadi yaitu di Kepulaan Seribu tanggal 27 September 2016.

Saksi juga dapat menerangkan dengan lugas bentuk perbuatan Terdakwa Ahok yang menodai Surat Al Maidah 51 sebagaimana video yang ramai diunggah di Youtube. Yang penting dalam pemeriksaan saksi ini, Terdakwa Ahok dalam persidangan secara tegas telah mengakui bahwa video yang beredar di Youtube tersebut adalah benar.

"Subtansi penting yang telah dapat dibuktikan dari keterangan saksi pelapor Habib Novel kan itu", terangnya.

Menurut Nasrulloh, oleh karena penasihat hukum Terdakwa tidak dapat menyerangkan fakta-fakta kebenaran yang disampaikan oleh saksi Habib Novel, penasehat terdakwa kemudian mencoba membelokkan opini dengan menyerang pribadi saksi. Namun, hal tersebut bisa ditangkis dengan lugas oleh saksi. Bukan hanya perihal pribadi saja, penasihat hukum terdakwa juga mencoba mengaitkan saksi dengan afiliasi politik yang sudah barang tentu tidak ada relevansinya dengan dakwaan JPU. Penyerangan terhadap pribadi saksi ini dilakukan oleh Penasehat Hukum Terdakwa kepada Keempat Saksi Pelapor yaitu, Habib Novel, Habib Muchsin, Gus Joy, dan Syamsul Hilal.

Ia menyimpulkan sepertinya Penasihat Hukum Terdakwa gagal paham dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum sehingga beberapa kali ditegur oleh majelis hakim agar fokus atas apa yang didakwakan saja dan beberapa kali majelis hakim juga mengingatkan seharus pertanyaan yang disampaikan tersebut adalah pertanyaan yang ditanyakan kepada terdakwa bukan kepada saksi.

Sumber: BelaQuran.Com
Share:

Selasa, 03 Januari 2017

Di Ruang Sidang, Ahok Sempat Buat Onar dan Picu Ketegangan

Jakarta -- Sidang dugaan kasus penistaan agama di Auditorium Kementan sempat diwarnai ketegangan. Ini dipicu setelah terdakwa Basuki T Purnama (Ahok) menyebutkan tak ada yang menyukai Front Pembela Islam (FPI).

Sekjen GNPF-MUI KH Muhammad Al Khaththath mengatakan, di ruang sidang Ahok sempat mengeluarkan pernyataan yang justru memicu ketegangan. "Dia (Ahok) sempat membuat onar, dengan mengatakan banyak yang tak suka FPI di sini (persidangan). Sehingga menimbulkan ketegangan dalam sidang," ujar KH Muhammad Al Khaththath di depan Gedung Kementan, Pasar Minggu, Jaksel, Selasa (3/1/2017) seperti dikutip dari sindonews.

Menurut KH Muhammad Al Khaththath, ketegangan itu tak berlangsung lama setelah majelis hakim kembali menenangkan. KH Muhammad Al Khaththath melanjutkan, dalam persidangan Ahok membenarkan semua pernyataan dan kejadian yang ada di YouTube tentang pidatonya di Kepulauan Seribu.

Namun, Ahok menyalahkan pernyataan saksi pelapor yang menyebut, perkataannya itu merupakan perbuatan menistakan agama. "Ini keterangan yang bertentangan. Ini karena keterangan penistaan agama yang menyakitkan menurut saksi, tapi menurut Ahok itu tidak menyakitkan. Dia sudah jelas menyatakan, jangan mau dibohongi pakai Surat Almaidah 51," tuturnya.

Meski Ahok mengakui perkataan jangan mau dibohongi pakai surat Al Maidah 51, Gubernur DKI Jakarta nonaktif tersebut menyangkal telah melecehkan, menghina, dan menodai Alquran.

"Di dalam sidang Ahok pun mencecar saksi dan menuduh saksi seolah sebagai terdakwa. Padahal, yang menjadi terdakwa itu Ahok. Saya menyatakan apa adanya, tapi sempat ditegur hakim karena memprotes Ahok yang menghina (ormas dan Alquran itu), dan membuat seolah saksi diposisikan terdakwa, yang terdakwa enak-enakan," katanya. (sindo/mt)
Share:

Sidang Ke4: Pendukung Ahok Setel Musik Dengan Keras Untuk Provokasi Massa GNPF-MUI Yang Sedang Shalat

JAKARTA -- Massa pendukung Ahok terus memanas-manasi massa GNPF-MUI dengan berbagai cara. Massa GNPF-MUI pun sempat terpancing dengan berkumpul di dekat massa pendukung Ahok hingga akhirnya polisi bergerak meminta massa GNPF-MUI kembali ke tempatnya.

Berdasarkan berita yang dikutip dari sindonews.com, massa pendukung Ahok kerap memanasi massa GNPF-MUI. Misalnya, saat masuk waktu salat zuhur dan adzan, pendukung Ahok memutar musik secara keras-keras. Pendukung Ahok pun berjogetan saat massa GNPF-MUI tengah khusyuk melaksanakan salat.

Lantas, usai salat zuhur digelar, massa GNPF-MUI pun kembali berorasi dan bersolawat. Namun, di saat yang sama, pendukung Ahok pun kembali memutar musik secara keras dan berteriak takbir. 

Massa GNPF-MUI pun terpancing karena menganggap pendukung Ahok mengolok-olok salawatan. "Enggak bener ini, orang setel musik kencang tapi teriak-teriak takbir," kata salah satu massa GNPF-MUI, Syifa (43) di depan Gedung Kementan, Selasa (3/1/2017).

Massa GNPF-MUI itu sempat terpancing dan hendak menggeruduk pendukung Ahok. Khususnya massa yang berada di Bumi Perkemahan Ragunan, tepat di seberang Gedung Kementan. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana pun langsung turun tangan menghalau massa GNPF-MUI untuk tidak mendekati massa pendukung Ahok.

"Disini tidak ada apa-apa, diharapkan massa kembali ke tempatnya masing-masing dan tidak melanggar batas yang (antarpendukung) sudah ditentukan," kata Suntana sambil memerintahkan pasukan Brimob berbaris membuat pagar betis diantara dia massa itu.

"Kita mundur, jangan sampai terprovokasi. Kita terus berdoa saja agar Ahok segera ditangkap. Takbir," teriak orator di mobil Komando. (sindo/mt)
Share:

Tak Transparan, Kominfo Diminta Jelaskan Indikator Pemblokiran Media Islam


Jakarta -- Kementerian Komunikasi dan Informatika diminta menjelaskan secara gamblang apa saja indikator yang digunakan dalam pemblokiran media. Pasalnya hingga kini indikator yang digunakan Kominfo dalam memblokir beberapa situs media Islam tidak transparan.

"Tidak tahu apa indikator kenapa media ini diblokir segala macam. Harusnya buat dulu indikatornya. Jelaskan ke publik agar tidak muncul banyak prasangka dan praduga," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak seperti dikutip dari Republika.co.id, Selasa (3/1).

Dia menyebut lantaran hingga kini Kominfo tidak menjelaskan indikator itu, maka muncullah prasangka dan praduga terkait penyebab pemblokiran media Islam. Dahnil melihat ada kecenderungan pemerintah bersikap represif.
Pasalnya, kata dia, ada beberapa situs daring (online) yang tidak menggunakan nomenklatur Islam namun melakukan provokasi dan ujaran ujaran kebencian yang justru lebih parah. Misalnya menjelek-jelekkan Islam. "Kok (situs ini) tidak diblokir. Berangkat dari situ muncul dugaan ketidakadilan. Muncul dugaan sentimen anti-Islam," kata Dahnil.

Untuk itu agar dugaan tersebut tidak berkembang, Kominfo dinilai perlu menjabarkan indikator secara adil, terkait alasan, dasar, dan datanya. Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa situs media Islam telah diblokir. Mereka diantaranya islampos.com, kiblat.net, voa-islam.com, nahimunkar.com, bisyarah.com, dan dakwahtangerang.com. (rol/mt)
Share:

Social

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Arsip Blog

Theme Support